Sejarah Berdirinya Ahlusunnah Waljamaah
Ahlusunnah
berasal dari kata ahlun yang berarti penganut. Sunnah berarti hadist. Al-
jamaah yang berarti kemufakatan para sahabat nabi. Jadi, ahlusunnah wal jamaah
pada awalnya mempunyai arti sekelompok orang islam yang mempunyai keyakinan
sama dengan ahli hadist, yang hal itu telah menjadi kemufakatan para sahabat
nabi. Terutama keyakinan tentang kodimnya kalamullah.
Kemudian pengertian ini dalam
perkembangannya mempunyai arti para pengikut sunnah nabi Muhammad SAW, dan
jamaah berarti sahabat nabi. Jadi ahlusunnah waljamaah mengandung arti para
penganut sunnah (ittikad) nabi dan (ijma') para sahabat beliau. Dalam bidang
akidah mengikuti imam al- asy'ari dan atau imam Al maturidi, sedangkan dalam
bidang fikih mengikuti dari salah satu empat madzhab imam hanafi, imam maliki,
imam sayfi'i dan imam hambali.
Aliran ini, muncul sebagai reaksi
terhadap banyaknya penyimpangan dari doktrin firqoh- firqoh sebelumnya.
Pengkondifikasian aliran ini setelah munculnya aliran asyariyah dan
maturidiyah, dua aliran yang menentang ajaran ajaran muktazilah.
Tokoh utama yang juga merupakan
pendiri madzhab ini adalah abu alhasan al asy'ari dan abu mansyur al maturidi.
Dua tokoh sunni ini kemudian dalam perkembangannya ajaran
mereka menjadi doktrin penting dalam aliran sunni yakni aliran asy'ariyah dan
aliran maturidiyah.
Sebagai aliran yang sezaman, keduanya termasuk adalah aliran ahlussunah.
Terkait kepemimpinan para khalifah setelah nabi SAW. Sesuai urutan historis
yang telah terjadi, keduanya memiliki pandangan serupa. Juga tak ada perbedaan
dalam pandangan mereka terhadap para penguasa bani Umayyah dan bani abbasiyah.
Dalam semua sisi masalah imamah pun mereka saling sepakat. Keduanya juga
sepaham bahwa allah bisa dilihat tanpa kaif (cara), had (batas), qiyam
(berdiri), wa qu'ud (duduk) dan hal hal sejenisnya.
Adapun i'tiqod
dari aliran sunni berdasarkan kedua aliran tersebut adalah :
1. Iman itu adalah kepercayaan
dan keyakinan hati berupa perkataan dan perbuatan, bisa beertambah dan
berkurang.
2. Adapun Keimanan itu meliputi :
a. Allah adalah esa dalam dzat,
sifat dan af'alnya.
b. Sifat allah adalah fenomena
dari exitensi Allah. Sifat allah ada 41 yang terdiri dari 20 sifat wajib, 20
sifat mustahil, dan 1 sifat jaiz.
c. Meyakini adanya malaikat, yang
wajib diketahui ada sepuluh malaikat beserta tugasnya.
d. Meyakini adanya para rasul yang wajib diketahui ada 25
rasul yang diantaranya 5 rasul sebagai ulul azmi.
e. Meyakini bahwa Allah telah
menurunkan beberapa shuhuf dan kitab kepada para rasulnya.
f. Meyakini bahwa hari kiamat
pasti terjadi dan tidak ada seorangpun yang mengetahuinya selain Allah.
g. Meyakini bahwa takdir yang
baik maupun yang buruk adalah dari allah SWT.
h. Meyakini bahwa adanya nikmat dan adzab kubur, sirat, mizan, haudh, syafaat,
ba'ats, hisab, adalah benar adanya.
3. Al-quran adalah kalam allah
yang qodim dan bukan makhluk, dalam sedgala aspeknya.Barangsiapa menyatakan
bahwa alquran itu adalah makhluk, maka ia orang yang kafir kepada Allah yang
maha agung, dengan kekafirannya yang mengeluarkan dari millah. Barangsiapa yang
ragu terhadap kalam allah (alquran), bimbang mengenainya dan mengatakan ,
"saya tidak tahu apakah makhluk atau bukan makhluk", maka iya orang
yang berfaham jahmiyah. Orang yang bimbang mengenai al-Qur'an dikarenakan
kebodohan, maka harus di ajari dan di bid'ahkan, tetapi tidak di kafirkan.
Barang siapa yang mengatakan"bacaan alQur'anku adalah makhlukku" atau
al-Qur'an dengan bacaanku adalah makhlukku maka ia adalah orang yang berpaham
jahmiyah. Barang siapa yang faham tetapi meragukan kekafirannya, maka ia kafir.
4. Dikalangan ummat ini,
sebaik-baik orang setelah nabi adalah abu bakar as-syiddiq, kemudian umar bin
khottob, lalu utsman bin affan, lalu ali bin abi tholib.
5. Ada 10 sahabat yang di sebut
dan dinyatakan Rasulullah Saw, masuk jannah, mereka itu sesuai dengan
pernyataan beliau dan sabda beliau itu benar.
6. Memintakan kasih sayang bagi
seluruh sahabat serta keluarga Rasulullah Saw, serta menahan untuk
membicarakan, perselisihan yang terjadi di antara mereka.
7. Allah berada di atas
'Arsy-Nya, terpisah dari seluruh makhluknya, sebagaimana sifat yang di
beritahukannya dalam kitabnya melalui lisan rasulnya, tanpa diketahui ka'if
(bagaimana)-Nya. Ilmunya meliputi segala sesuatu. Tidak ada sesuatupun yang
serupa dengannya dan dia maha mendengar lagi maha melihat.
8. Allah tabaraka waTa'ala akan dapat dilihat
dari akhirat. Segenap penduduk jannah akan melihatnya dengan mata kepala
mereka. Allah berbicara, sebagaimana dia berkehendak.
9. Perbuatan
tuhan atas qudrat dan iradatnya sendiri. Tuhanlah yang menentukan makhluknya.
Artinya: allah berbuat sekehendaknya. Qudrat dan iradatnya tidak
sewenang-wenang (absolute), tetapi
perbuatan dan kehendaknya itu berlangsung sesuai dengan hikmah dan keadilan
yang sudah di tetapkannya sendiri. Tuhan tidak mempunyai kewajiban apapun untuk
menentukan tempat manusia di akhirat. Sebab semua itu merupakan kehendak mutlak
tuhan sebab tuhan maha kuasa atas segalanya.
10. Perbuatan manusia diciptakan
tuhan, bukan diciptakan oleh manusia sendiri. Tetapi kebijakan dan keadilan
allah mengharuskan manusia untuk memiliki kemampuan untuk berbuat ikhtiar
(memilih yang terbaik) dan ksab (berusaha maksimal) agar kewajiban yang di
bebankan kepadanya dapat dilaksanakan dengan baik.
Sumber:
Pak saya pilih yang percakapan sekolah
BalasHapusBagus,
Hapus